Home > STANDARD OPERATING PROCEDURE > Mengenal SOP dalam Perusahaan

Mengenal SOP dalam Perusahaan

Berdasarkan bidang usahanya sebuah Perusahaan dapat dibedakan menjadi Perusahaan Manufacture dan Perusahaan Jasa/Service. Pembuatan SOP di setiap Perusahaan menurut bidang usahanya ditentukan berdasarkan Departemen yang ada di Perusahaan tersebut.

Sebagai contoh Pada Perusahaan Manfacture yang cukup besar tentunya akan di-support oleh Team yang kuat dan handal, maka mereka akan memerlukan :

  1. Departemen HRD & GA
  2. Departemen Finance & Accounting
  3. Departemen Marketing
  4. Departemen Purchasing
  5. Departemen Produksi

Sekarang marilah Kita lihat satu persatu SOP apa saja yang ada di setiap Departemen tersebut.

1. Departemen HRD && GA

Departemen ini membawahi semua aktivitas yang berhubungan dengan kepegawaian dan juga kegiatan umum lainnya untuk menunjang aktivitas perusahaan. Umumnya Departemen ini akan dipimpin oleh satu penanggungjawab yang sama.

Sebagai contoh butiran SOP umum yang ada di Departemen ini diantaranya :

  • Prosedur Pengajihan
  • Prosedur Perjalanan Dinas
  • Prosedur Klaim Pengobatan
  • Prosedur Absensi Karyawan
  • Prosedur Pengiriman Dokumen
  • Prosedur Perawatan Inventaris Kantor

2. Departemen Finance & Accounting

Departemen ini menbantu Perusahaan dalam hal keuangan dan pencatatan pembukuan perusahaan. Maka kalo dilihat dari aktivitasnya SOP umum yang akan dijumpai pada Departemen ini diantaranya :

  • Prosedur Pembayaran
  • Prosedur Penerimaan
  • Prosedur Pengelolaan Kas Kecil
  • Prosedur Pinjaman

3. Departemen Marketing

Departemen ini adalah sebagai ujung tombak Perusahaan dalam memasarkan hasil produksinya. SOP umum yang akan Kita jumpai disana diantaranya :

  • Prosedur Promosi
  • Prosedur Pencarian calon Pembeli yang Prospektif
  • Prosedur Distribusi
  • Prosedur Klaim
  • Prosedur Service after Sales
  • Prosedur Penagihan

4. Departemen Purchasing

Departemen ini membantu Perusahaan dalam hal pengadaan kebutuhan barang Perusahaanm baik untuk aktivitas produksi juga support dan administrasi perusahaan.

Didalam Departemen ini secara umum Kita akan menjumpai :

  • Prosedur Permintaan Kebutuhan Barang/ Material
  • Prosedur Pemesanan Barang
  • Prosedur Penerimaan Barang

5. Departemen Produksi

Nah Departemen ini adalah salah satu bagian yang terpenting, dimana dalam Departemen inilah semua aktivitas pengolahan material dilakukan sehingga menjadi Finih Good yang siap dipasarkan. Disini pula variasi kebutuhan SOP diperlukan sesuai dengan jenis barang yang dihasilkan.

Mungkin secara umum SOP yang ada dalam Departemen ini dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Prosedur Penerimaan Raw Material
  • Prosedur Pengolahan/ Produksi
  • Prosedur Quality Control
  • Prosedur Penyimpanan
  • Prosedur Pengeluaran Finish Good

Sekarang bagaimana dengan Perusahaan Jasa/ Service. Sebenarnya secara umum SOP pada Perusahaan yang bergerak dalam bidang Jasa/ Service hampir sama dengan Perusahaan Manufacture, tentunya mereka juga akan di-support oleh sebuat Team handal yang terdiri dari :

  1. Departemen HRD & GA
  2. Departemen Finance & Accounting
  3. Departemen Marketing
  4. Departemen Purchasing
  5. Departemen Support

Nah kalo Kita lihat perbedaannya hanya pada Departemen terakhir saja, yaitu Departemen Support. Departemen Support ini beraneka ragam bentuknya tergantung dari Jasa/ Service yang diberikan oleh Perusahaan tersebut. Misalkan untuk Mall atau Gedung perkantoran, maka Team Support disini bisa terdiri dari:

  • Team Engineering
  • Team Housekeeping
  • Team Security
  • Team Parking

Nah untuk Jasa/ Service yang lain tentunya Team Sopport-nya pun akan berlainan pula, maka SOP disini pun akan bervariasi sama seperti SOP Produksi pada perusahaan Manufacture.

Related Topic Link:

Apa dan Apa Standard Operating Procedure

Review SOP

SOP ditujukan untuk siapa …???

Pengelolaan Dokumen SOP

Sebuah System yang baik

SOP Secara Komputerisasi atau Manual Proses

Kepemimpinan dalam penerapan SOP

Building Management dan SOP

6 Langkah Jitu Mengimplementasikan Good Corporate Governance

SOP Pada Perusahaan Jasa Service

Kenali Kendala Penyiapan dan Penerapan SOP

  1. tika
    January 20, 2012 at 12:33 pm | #1

    bang tolong dong baaang ada link gak sop untuk penjualan secara kredit dan tunai, pengiriman barang untuk perusahaan yang sudah Tbk

    • February 14, 2012 at 5:30 am | #2

      Tika, kalo link abang tdk punya. Tunai dan Kredit hanya beda saat proses pembayaran saja.

  2. Dany Syachmardan
    May 19, 2011 at 2:37 am | #3

    Salam kenal Pak, Saya mau minta dibuatkan contoh SOP untuk Purchasing dan Gudang, perusahaan saya adalah Manufactur elektronik, sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas bantuannya

    • May 19, 2011 at 3:45 am | #4

      Pak Dany,

      Apa yang bisa saya bantu, mungkin dapat disampaikan informasi yang lebih informatif dan baru kita diskusikan.

      salam,

  3. Nilton Gusmao
    May 15, 2011 at 10:07 am | #5

    Salam Kenal Bang Toser…?
    Blog ini sangat inspiratif, kebetulan saya sedang mencari expert untuk membuat SOP perusahaan saya di Dili Timor Leste sekaligus sistemnya. Perusahaan saya sudah jalan hampir sebelas tahun. Awalnya di bisnis Jasa transportasi BBM dan dari tahun ke tahun bisnis saya mendiversifikasi ke banyak area, seperti SPBU, Fuel Import, jasa construksi, penyewaan alat berat construksi, concrete industry dan masih banyak lagi bisnis yang sedang dipersiapkan untuk digarap! cuman selama ini bisnis yang saya jalankan menggunakan metode family control akhirnya tidak ada penerapan SOP dalam operasi perusahaan sehari hari, dan akhir2 ini saya melihat bahwa banyak area bisnis yang kita jalankan mulai terasa kesulitan saat akhir tahun dalam menyediakan semua data yang dibutuhkan utk pajak tahunan dll. mohon saran kira2 bisa kita dapatkan jasa pembuatan SOP untuk didatangkan ke Timor Leste untuk membantu mencari SOP yang sesuai dengan kondisi perusahaan saya nda? karena dengan metode family kontrol sudah tidak lagi relefan dengan kondisi bisnis saya sekarang, karena kita harus mulai memperhatikan standard profesional agar siap menghadapi persaingan dan menjaikan perusahaan kami lebih profesional.
    Sebagai informasi bisa menghubungi saya di email
    Demikian dan terima kasih.

  4. heritawaty muchlis
    May 5, 2011 at 9:48 pm | #6

    Artikel yang sangat mmbantu
    tks Bang Toser

  5. Bang Toser
    April 15, 2011 at 1:34 pm | #7

    Salam kenal Sdr.Harry,

    SOP dapat diterapkan pada semua kegiatan diluar bisnis pun bisa.
    Kalo di bisnis Kuliner yang perlu diperhatikan:
    1.Proses penerimaan order (bisa dari konsumen/ anda sendiri yang menentukan)
    2.Proses Penyiapan bahan (recipes dan scaling)
    3.Proses Pengolahan menjadi Finish Good
    4.Proses pengiriman/ Penjualan
    5.Proses Keuangan

    salam,

  6. harry
    April 15, 2011 at 10:00 am | #8

    salam kenal, saya mau tanya, apakah SOP bisa diterapkan pada UKM yang bergerak dalam bidang Kuliner, klo bisa kira2 apa saja pointnya,mohon penjelasannya, Trimakasih

  7. Bang Toser
    April 8, 2011 at 2:10 pm | #9

    Untuk Pak Bambang,

    Semoga saya tidak salah dalam menagkap point yang bapak maksud.
    Kalo menurut pendapat saya secara umum yang dapat disiapkan diantaranya:
    1.SOP Marketing, mengenai apa saja yang termasuk dalam SOP ini diantranya bisa proses penerimaan/ booking, dll
    2.SOP Operation, bisnis inti nya, misalkan sewa berati prosedur yang berhubungan dengan proses sewa dari awal hingga kendaraan kembali ke pool.
    3.SOP Finance, didalamnya terdapat proses penagihan dan penerimaan.
    4.SOP GA, memuat berbagai proses yang berhubungan dengan kendaraan yang dimiliki.
    5.SOP HRD, untuk yang berhubungan dengan kepegawaiannya……..sopir, asistent sopir, teknisi, staff kantor, dll

    salam,

  8. Bambang Hascariono
    April 7, 2011 at 8:43 am | #10

    Yth. Bang Toser,

    Saya mau bertanya, . Saya bekerja di sebuah perusahaan Jasa Transportasi Darat (Rentcar). SOP apa saja yang harus dibuat oleh Unit Kerja Quality Assurance ?. Mohon bantuannya ya, Bang. terima kasih.

  9. March 31, 2011 at 3:24 am | #11

    Great article. Waiting for more.

  10. Bang Toser
    March 29, 2011 at 2:01 pm | #12

    Salam kenal Sdr.Wawan……

    SOP dibuat lebih banyak berdasarkan kebijakan Ower/ Pemegang Kendali perusahaan. Baik untuk Ower belum tentu baik untuk karyawannya atau pun untuk pihak lain dengan bisnis serupa.

    Ower/ Pemegang kendali terhadap peruahaan lebih banyak berperan dalam mekanisme penciptaan internal control dan policy perusahaan.
    Jadi saran saya buatlah SOP sesuai dengan kondisi bisnis, jangan terlalu ingin SOP yang baik tetapi belum tentu dapat diterapkan.

    salam,

  11. wawan
    March 27, 2011 at 9:58 pm | #13

    Salam kenal Bang Toser.
    Saya mau tanya,bagaimana sih cara membuat SOP yang benar, sehingga karyawan dalam perusahaan saya bisa berjalan dengan lancar.
    Perusahaan saya bergerak di bidang jasa, yaitu tempat karaoke keluarga.
    yang akan beroperasional dalam waktu 2 bulan lagi.
    dan kalau bisa, saya minta contoh SOP nya Bang.
    terima kasih banyak sebelumnya Bang.

  12. Bang Toser
    March 25, 2011 at 3:29 pm | #14

    Pak Edi,

    SOP Expired…? SOP tidak punya batasan waktu selama SOP tersebut masih layak untuk digunakan menurut pandangan manajemen perusahaan/ Dept yang bertanggungjawab membawahi SOP tersebut.
    Apa yang dikategorikan layak………..mungkin itu yang menjadi pertanyaan selanjutnya. Tentunya ini berhubungan juga dengan pertanyaan Pak Edi yang selanjutnya. Layak tersebut tentunya sudah memalui proses review yang alangkah baiknya dapat dilakukan secara periodik.

    salam,

  13. Edi Susanto Purnomo
    March 24, 2011 at 5:03 pm | #15

    Yth. Bang Toser…

    Yang saya mau tanyakan , apakah SOP ada expired datenya , kapan dapat dilakukan revisi atas sop tersebut , dan siapa yang berhak melakukan revisi sop tersebut , terima kasih atas jawabannya

    Salam

  14. Bang Toser
    March 10, 2011 at 10:49 am | #16

    Pak Adrian,

    Menurut pandangan saya, alangkah baiknya bila kwitansi dikeluarkan hanya oleh pihak yang berwenang dalam hal ini Finance berdasarkan Uang yang sudah diterima dan masuk dalam rekening perusahaan.
    Tidak semua orang dapat mengeluarkan kwitansi, yang mungkin bisa hanya kwitansi sementara saja yang nantinya akan ditukar dengan kwitansi asli kalau uang sudah masuk ke rekening.

    salam,

  15. Adrian Multz
    March 9, 2011 at 9:17 pm | #17

    Pak saya dari divisi Finance,
    karena di tempat kami Finance adalah Filter Pertama dari data yang masuk, termasuk penjualan salah satunya.

    kami memiliki problem, mengenai SOP untuk mengatasi kecurangan dalam pemakaian kwitansi.

    Seringkali disalah gunakan oleh salesman maupun driver (jasa pengiriman unit)..

    apakah ada solusi yang pas..

    agar diharapkan..kecurangan dapat di blok atau diminimalisir.

    thx..sebelumnya..

  16. nanan mulyana
    February 17, 2011 at 8:23 am | #18

    adakah SOP yang dapat download? sehingga Bpk tidak perlu kirim email.trims sesudahnya

    • Bang Toser
      February 17, 2011 at 9:32 am | #19

      Sdr.Nanan

      Maaf untuk saat ini belum tersedia SOP yang dapat di download.

      Dalam Blog ini saya berharap Kita semua dapat saling berbagi pengalaman dan berdiskusi, karena saya yakin masih banyak juga orang lain diluar sana yang memiliki pengetahuan lebih dari saya.

      salam,

  17. January 18, 2011 at 10:26 am | #20

    yth. Bang Toser

    salam kenal
    pak sy mhn izin copas artikelnya yg akan sy gunakan sebagai referensi penulisan tugas kuliah “makalah Prosedur Kerja”.
    Terimakasih artikelnya sangat membantu saya.

    • Bang Toser
      January 18, 2011 at 1:28 pm | #21

      Silahkan Sdr Yayan……….salam kenal juga dari saya.

  18. Bang Toser
    January 7, 2011 at 9:26 am | #22

    Untuk Pak Siregar……

    Bapak dapat mulai mengidentifikasi lebih dalam aktivitas yang ada pada bidang ekspedisi tiap bagian, seperti sudah Bapak lakukan diawal:
    1. SOP Operasional
    2. SOP Administrasi
    3. SOP Marketing
    4. SOP Keuangan

    Kumpulkan semua informasi, kebijakan, dokumen yang digunakan saat ini. Lalu lakukan review apakah prosedur yang ada sudah cukup baik internal controlnya.
    Bila masih baik mungkin dapat dipertahankan. Sedangkan untuk yang rawan dapat segera dibuatkan usulannya.

    salam,

  19. siregar
    January 6, 2011 at 11:29 am | #23

    Yth. Bang Toser

    Saat ini saya disuruh untuk membuat
    1. SOP Operasional
    2. SOP Administrasi
    3. SOP Marketing
    4. SOP Keuangan

    Perusahaan kami bergerak dibidang ekspedisi.Tolong dikasih tau langkah2 apa saja yang harus saya lakukan. karna saya masih belum mengerti mengenai SOP

    Terima kasih..

  20. Rubella
    December 27, 2010 at 3:12 pm | #24

    Yth. Bang Toser,

    Saat ini saya disuruh membuat SOP untuk Department Finance dan Accounting. Saya baru saja lulus dan masih belum mengetahui bagaimana prosedur yang benar..

    Bolehkah saya meminta tolong untuk membantu saya dalam membuat SOP? Secara umum atau garis besarnya saja, Pak..

    Saya mohon bantuan dari Bang Toser..

    Terima Kasih sekali atas bantuan dan perhatian Bapak..

    Regards,

    • Bang Toser
      December 27, 2010 at 4:58 pm | #25

      Dalam Departemen Finance, Prosedur utama yang harus disiapakan adalah Penerimaan dan Pengeluaran Uang. Mungkin dari Hal utama tersebut bisa anda kembangkan lagi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di tempat anda.

      salam,

  21. Bang Toser
    November 25, 2010 at 7:52 am | #26

    Sdr.Lilis………

    SOP adalah Standard Operating Procedure, jadi yang namanya perusahaan memiliki SOP yah harus sudah standard. Bila dikatakan belum standard mungkin belum bisa dikalatakan memiliki SOP. Bayangkan kalo ada yang bertanya kepada salah seorang karyawan perusahaan mengenai suatu prosedur dan jawabannya bisa berlainan dengan penyampaian dari karyawan lain….

    Revisi terhadap SOP diperlukan bila SOP tersebut dirasa sudah tidak nyaman lagi digunakan dalam operasional perusahaan, tentunya pertimbangan yang selalu harus ikut adalah aspek internal kontrol.
    Lakukan review dahulu terhadap SOP yang ada sekarang dan lakukan analisa aspek internal control dan efisiensi pekerjaan.
    Silahkan usulkan apa yang sdr temukan untuk dilakukan pembahasan dengan pejabat yang berwenang sebelum SOP tersebut disetujui untuk dilakukan revisi dan juga diimplementasikan.

    salam,

  22. November 24, 2010 at 9:19 am | #27

    maaf pak saya mau bertanya..
    saya baru lulus kuliah, lalu saya mendapatkan pekerjaan di bidang SOP, padahal saya pun baru mengerti apa itu SOP..
    sebenarnya SOP diperusahaan saya ini sudah ada namun belum ad standarisasi, maka dari itu saya ditugaskan untuk merevisi SOP yang ada.
    yang saya ingin tanyakan adalah apakah merevisi SOP itu sulit lalu tolong jelaskan langkah2 apa saja yang harus saya lakukan dalam melakukan pekerjaan ini??

    saya mohon bantuannya pak,, terima kasih

  23. Susy Gita
    November 4, 2010 at 2:53 pm | #28

    Yth Bang Toser

    Mohon Konfirmasinya dari Bapak, saya dari departemen Finance & Accounting, saat ini perusahaan manufaktur tempat saya bekerja sedang mengimplementasikan Sistem. dan menurut mentor kami terdapat 4 tingkatan (bila digambarkan dalam bentuk segitiga), adalah kerucut tertinggi disebut Manual dibuat oleh Top Mgt, berisi ttg visi misi perusahaan, kebijakan, dsb, kemudian tingkatan keduanya dibuat oleh level manager disebut dengan Prosedur, kemudian tingkatan dibawahnya baru disebut SOP/Instruksi kerja yang dibuat oleh level supervisor/Kabag, kemudian dokumen pendukung contoh form-form.

    mohon petunjuk dari Bapak, contohnya untuk penyusunan prosedur pembayaran dan prosedur penerimaan dana, dan bagaimana pula sebaiknya untuk penyusunan SOP / Intruksi kerja nya.

    Terimakasih saya ucapkan yang sebesar-besarnya

    Wass.

    • Bang Toser
      November 4, 2010 at 5:03 pm | #29

      Sdr.Susy….

      Dalam penyusunan prosedur pembayaran yang perlu diperhatikan diantaranya:
      1.kapan boleh dilakukan
      2.siapa yang melakukan
      3.mekanisme pembayaran

      Dalam penyusunan prosedur penerimaan yang perlu mendapat perhatian diantaranya:
      1.periksa penerimaaan bank secara teratur
      2.pembuatan bukti penerimaan
      3.otorisator penerima uang

      Bungkin untuk lebih detailnya sdr.susy juga dapat menanyakan dan mendiskusikan dengan mentor anda disana, sehubungan dengan penerapan system yang sedang berjalan. Hal itu jauh akan lebih baik hasilnya.

      salam,

  24. TRIYONO
    October 9, 2010 at 1:51 pm | #30

    Yth Bang Toser
    Mohon Bantuannya saya ada 2 pertanyaan….
    1.Salam kenal dari saya Triyono saya sangat berterima kasih sekali dengan adanya web ini, sangat membantu saya dalam pekerjaan, mohon bantuan bapak, saat ini saya sedang diminta untuk membuat SOP yang ada di departemen saya yaitu HRD dan Core bussines kami bergerak dibidang kontraktor Pengadaan Barang, kira-kira ruang lingkung apa yang bisa saya masukan dalam SOP tersebut.

    2.saat ini saya sedang diminta untuk membuat SOP yang ada di departemen saya yaitu HRD Perhotelan, Core bussines kami bergerak dibidang Perhotelan, kira-kira ruang lingkung apa yang bisa saya masukan dalam SOP tersebut, mohon dishare lewat email saya
    terima kasih banyak atas bantuannya.

    • Bang Toser
      October 11, 2010 at 11:47 am | #31

      Salam kenal juga Mas Triyono……..

      Bila belum memiliki SOP sebaiknya SOP HRD disiapkan berdasarkan prioritas untuk saat ini.
      Beberapa contoh dari kegiatan yang ada dalam Dept.HRD diantaranya:
      1.Proses Penerimaan Karyawan
      2.Proses Penggajian
      3.Proses Klaim Medical
      4.proses pelatihan

      salam,

  25. edi susanto purnomo
    September 30, 2010 at 9:41 am | #32

    Yth Bang Toser
    Salam kenal dari saya …. , saya sangat berterima kasih sekali dengan adanya web ini , sangat membantu saya dalam pekerjaan, mohon bantuan bapak , saat ini saya sedang diminta untuk membuat SOP yang ada di departemen saya yaitu HRD dan GA , Core bussines kami bergerak dibidang kontraktor , kira-kira ruang lingkung apa yang bisa saya masukan dalam SOP tersebut , mohon dishare lewat email saya
    terima kasih banyak atas bantuannya .

    • Bang Toser
      September 30, 2010 at 1:54 pm | #33

      Bp.Edi,

      salam kenal juga dari saya………..
      Untuk SOP HRD secara umum akan memuat :
      1.Prosedur Penggajian
      2.Prosedur Klaim Medical
      3.Prosedur Kebutuhan Tenaga Kerja (Permohonan, Seleksi, pengangkatan)
      4.Prosedur Promosi, Mutasi, Rotasi
      5.Prosedur Tranning, dll

      Untuk SOP GA sendiri secara umum:
      1.Prosedur Penggunaan Kendaran Dinas
      2.Prosedur Kebersihan Kantor
      3.Prosedur ATK, dll

      masih banyak SOP lainnya yang dapat disiapkan tergantung dari kebutuhan perusahaan.
      Karena Bpk Edi baru akan memulai mungkin harus dilakukan inventarisasi terlebih dahulu SOP yang diperlukan , baru kemudian dilakukan seleksi prioritas mana yang akan dibuat terlebih dahulu.

      semoga membantu

      salam,

  26. setyo
    September 7, 2010 at 1:47 pm | #34

    pak saya mau bikin sop untuk lembaga pendidikan ketrampilan bagaimana apa bisa di bantu

    • Bang Toser
      September 8, 2010 at 9:17 am | #35

      Dear Setyo,

      Silahkan saja bila ada yang ingin didiskusikan, dengan senang hati akan Saya bantu sebatas apa yang Saya pahami.

      salam,

  27. Bang Toser
    July 19, 2010 at 9:50 am | #36

    Salam kenal juga dari Saya,

    Saya tidak tau apa yang menjadi kesulitan Anda, dan Saya juga tidak tau sharing yang Anda maksud karena sebelumnya kita belum pernah mendiskusikan sesuatu.
    Mungkin dapat diperjelas dan semoga saya dapat membantu juga.

    salam,

  28. ROSI
    July 18, 2010 at 9:51 pm | #37

    salam kenal Bang Toser,
    saya mengalami kesulitan dalam hal sop, mohon dibantu untuk di email contoh SOP nya. agar saya dapat belajar, dan kiranya bapak tidak bosan jika saya banyak sharing ke bapak.
    sebelumnya saya ucapkan terimakasih

  29. Bang Toser
    May 31, 2010 at 8:23 am | #38

    Salam juga Pak Irfan……..

    SOP memang diperlukan oleh setiap perusahaan agar ada aturan dan rambu-rambu yang jelas. Harus juga kita sadari bahwa SOP itu bersifat dimanis sesuai dengan kondisi terkini dan oleh karenanya SOP harus selalu disesuaikan baik untuk tempat/ kondisi tertentu seperti kantor cabang A dan mungkin juga berbeda dengan kontor cabang B.
    Dalam SOP hal ini dimungkinkan karena menyesuaikan dengan keadaan.
    Memang idealnya dibuat seragam 1 SOP untuk semua, tetapi Kita tidak boleh menutup mata untuk kepentingan operasional yang penting SOP yang disiapkan harus memiliki internal control yang baik pula.

    salam,

  30. Irfan Jauhari
    May 29, 2010 at 10:19 am | #39

    Salam Bang Toser,

    Kiranya memang sangat Penting SOP yang dilampirkan dengan berbagai Kategori di atas. Cuma ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan seputar Aturan Main ketika Rekanan Kerja terbagi dalam beberapa tempat, seperti Kantor Perwakilan dan Pusat Informasi lainnya di Luar Kota, maupun Luar Pulau.
    Kenapa demikian saya pertanyakan, karena saat ini saya sedang meniti karir di dunia jasa Traveling dengan segudang Aturan dan Akomodasi yang secara berkala sering berubah melihat perkembangan Seasson dan lain sebagainya.
    Untuk itu, kiranya ada beberapa hal yang bisa Bapak masukan sebagai acuan SOP di kantor saya sebagai Kantor Pusat.

    Trim’s

  31. ary
    May 13, 2010 at 5:03 pm | #40

    Salam kenal

    Sore Bang Toser, saya mohon dikirimkan via japri contoh SOPnya dunk…untuk penerapan di departemen saya thank’s

    • Bang Toser
      May 17, 2010 at 11:54 am | #41

      salam kenal……….
      wah cukup sulit ya bagi saya untuk mengetahui SOP yang cocok untuk departemen anda.
      Semua perlu dipelajari dan ada tahapannya. Kalo perlu diskusi monggo !

      salam,

  32. March 5, 2010 at 7:48 am | #42

    Very helpful post. Very clear commentary and suggested phrasing are most impressive, as are his and your generosity in sharing this explanation and example. I would also encourage everyone to bookmark this page to your favourite service to help spread the word. Thanks.

  33. February 1, 2010 at 11:25 am | #43

    thanks mas betul tu perlu kita terapkan SOP,untuk kelancaran tugas2
    salam kenal

    • Bang Toser
      February 1, 2010 at 1:14 pm | #44

      salam kenal juga….

  34. Chuen Shil
    June 25, 2009 at 7:40 pm | #45

    Saya sangat berterima kasih atas adanya web ini, sehingga membantu saya dalam penyusunan sistem & SOP di perusahaan kami. Tapi masih ada hal yang mengganjal yang mohon Bapak dapat memberikan jawaban yaitu, sampai sejauh mana departemen accounting memverifikasi suatu dokumen yang diterima dari departemen lain, mengingat departemen accounting merupakan pos akhir dari dokumen dan laporan yang nantinya digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam laporan keuangan, apakah seorang akuntan harus pula mengecek otorisasi tanda tangan dari faktur penjualan, bon barang masuk/keluar, OP, dll, bukankah hal tersebut seharusnya sudah diverifikasi dari departemen lain misalnya untuk pembayaran pembelian barang yang dibuktikan dengan nota, kwitansi, bon barang masuk,dll dilakukan oleh bagian finance?
    Yang kedua, apakah seorang akuntan juga harus mengecek kebenaran kurs sekaligus perkaliannya dengan valasnya untuk mendapatakan nilai rupiahnya?
    Intinya sampai sejauh mana departemen accounting dapat menerima dokumen yang sudah valid, akurat dan terverifikasi dari departemen lain dan sejauh mana departemen accounting mengontrol kevalidan data/dokumen tersebut?
    Demikian pertanyaan kami, terima kasih sebelumnya.
    Salam

    • Bang Toser
      June 26, 2009 at 12:51 pm | #46

      Saya coba jawab ya………….
      Memang benar Dept Accounting adalah pos terakhir dalam sebuah perusahaan untuk urusan data operation.
      Semua dokumen operasional akan bermuara ke Departemen ini.
      Untuk menjawab pertanyaan anda sebaiknya kenali dahulu fungsi dari setiap departemen yang ada. Dalam Kasus ini adalah Dept.Finance dan Dept Accounting.
      Fungsi Dept Finance lebih banyak mengurusi keuangan yang meliputi pembayaran ke Supplier/ Kontraktor/ Konsultan, penerimaan penjualan, Mengatur Cash Flow, Penempatan Deposito, Pencairan, dsb.
      Sedangkan Fungsi dari Dept.Accounting adalah melakukan pencatatan terhadap semua transaksi yang sudah dilakukan.
      Jadi Dept Finance harus memastikan bahwa transaksi yang akan dilakukan baik pengeluaran/ penerimaan dilampiri dengan semua dokumen pendukung sesuai dengan SOP Perusahaan dan dokumen juga dilengkapi dengan Otorisasi yang berlaku.
      Dept Finance harus berani menolak bila ada dokumen yang tidak lengkap atau ada otosisasi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
      Selanjutnya bila semua dokumen tersebut sudah lengkap baru akan diserahkan ke Dept Accounting untuk dilakukan verifikasi kembali sebelum dilakukan pencatatan/ posting.

      Semoga membantu….

      salam,

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: