Home > KULINER > BASO BAPAK

BASO BAPAK

Salah satu menu makanan yang menjadi favorit saya adalah BASO. Mungkin menu BASO sudah sudah sangat dikenal dan merakyat sekali. Hampir setiap orang menyukai menu yang satu ini, termasuk saya beserta keluarga.

Berbicara soal BASO sudah banyak yang Saya coba dan beberapa diantaranya menjadi langganan dan favorit Saya. Satu diantaranya adalah BASO BAPAK, itulah sebutan dan istilah yang Kami sekeluarga berikan untuknya.

Sudah sejak kecil tepatnya sekolah tingkat SD, penjual BASO yang satu ini sudah menjajakan dagangannya. Ia mulai mendorong gerobaknya mulai dari daerah Gardu Tinggi melewati jalan Roda kemudian naik menuju jalan Suryakencana melalui gg.Roda VII.

Dia mendorong gerobaknya beserta anaknya hingga ke daerah Pasar Bogor. Saya ingat pasti kejadian ini, karena saat itu saya sering menunggunya di gg.Roda.

Menu BASO ini terbilang sederhana dan hampir mirip dengan BASO yang dijual umumnya, tetapi entah kenapa saat dinikmati terasa lain.

Biasanya Kita harus memilih menu pendamping BASO yang akan Kita nikmati entah itu Mie atau Bihun, bahkan sekarang dah berkembang lagi ada yang memberi alternatif Kuetiau.

Tetapi untuk BASO BAPAK ini hanya tersedia Mie atau Bihun dia tetap mempertahankan tradisi. Mie atau bihun akan direbus sebentar kemudian dituang kemangkok ayam (khas penjual bakmi) selanjutnya diberikan bumbu seperti garam, kecap asin, bawang goreng, potongan saderim, dan tongcai. Selanjutnya tinggal didisirang dengan kuah bakso dan ditambahkan bakso tentunya.

Untuk BASO-nya sendiri terdiri dari 2 macam, ada yang BASO biasa dan BASO urat. Terakhir mintalah pangsit goreng dan tuangkan cabe-nya…. eeehm nikmat sekali, apalagi kalo sedang hujan tambah deh nikmatnya.

Yang unik dari kebanyakan BASO di Bogor adalah mereka menggunakan batangan bambu yang mereka buat menyerupai sumpit dan berfungsi memang sebagai pengganti sumpit.

Satu lagi yang unik menurut saya, cara mereka memanggil para calon pembeli yaitu dengan kontongan kecil yang terbuat dari kayu. Biasanya mereka akan memukulnya dan terdengan suara tok..tok..tok , setiap penjual memiliki cara pukul yang lain sehingga Kita dapat mengetahuinya.

Sayangnya ketokan BASO ini sudah makin sedikit yang menggunkannya.

Penyajian BASO juga bisa dibuatkan dalam bentuk tusukan seperti sate, terutama anak-anak termasuk Saya sewaktu kecil sangat senang dengan yang satu ini.

Categories: KULINER Tags: , , , ,
  1. Bang Toser
    November 3, 2008 at 9:02 am

    aduh masih inget juga ya … he3x kasian deh cuma di-suguhin baso. Tapi kayaknya sukakan makan baso-nya, buktinya minta tambah ….. lagi dan lagi he3x.
    Gak mungkin deh kalo gak suka, sampe sekarang aja masih minta diantar kesana dan tetap nambah.

  2. lg
    November 3, 2008 at 8:40 am

    hmm.. hmmm.. mendung2 gini emang enaknya maem baso.. yg pedessss.. slurp…
    hiks, jd ingat kencan dibawah pohon y dad?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: