Home > STANDARD OPERATING PROCEDURE > 6 Langkah Jitu Mengimplementasikan Good Corporate Governance

6 Langkah Jitu Mengimplementasikan Good Corporate Governance

6 Langkah Jitu Mengimplementasikan Good Corporate Governance.

“Temukan Nilai-Nilai Kebaikan Dan Keadilan Untuk Mendukung Profesionalisme Bisnis Anda, Agar Bisnis Anda Dicintai Oleh Setiap Stakeholder Di Sepanjang Zaman.” – Djajendra

Menjalankan praktik bisnis dengan prinsip-prinsip good corporate governance, sama artinya dengan menyiapkan payung sebelum hujan turun, ataupun menjauhkan perusahaan dari berbagai masalah dengan risiko tinggi.

Good corporate governance memerlukan komitmen tinggi dengan dukungan konsistensi pikiran, emosi, dan tindakkan yang strategis dalam setiap kebijakan dan operasional perusahaan.

Konsep good corporate governance, bila dijalankan secara cerdas dan bijaksana, maka ia akan berfungsi sebagai alat yang membantu manajemen untuk memperkuat  semua aspek kerja perusahaan, baik itu untuk memperkuat internal perusahaan, maupun untuk menjaga reputasi dan kredibilitas ke eksternal, khususnya stakeholder.

Good corporate governance yang baik haruslah disinergikan ke dalam total quality management, agar gaya manajemen perusahaan bisa berjalan sesuai dengan konsep manajemen mutu yang didalamnya diperkuat oleh prinsip-prinsip good governance. Semua ini diperlukan, agar perusahaan bisa menjalankan strategi bisnisnya secara mulus, sekaligus dapat mengidentifikasikan dan mengatasi berbagai potensi risiko yang bisa merusak reputasi dan kredibilitas perusahaan di mata stakeholdernya.
Praktik good corporate governance tidaklah boleh sekedar menjadi alat kontrol yang berlebihan, tapi harus menjadi alat yang memperkuat fungsi-fungsi manajemen untuk memberikan kualitas terbaik kepada stakeholder.

Perusahaan harus memanfaatkan prinsip-prinsip good corporate governance, untuk  meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan kepada karyawan, customer, shareholder, dan stakeholder lainnya secara cerdas dan profesional, sesuai dengan arah dari strategi bisnis perusahaan.

Berikut ini ada 6 langkah untuk mengimplementasikan good corporate governance yang efektif.

1. Mempersiapkan Mind Set Sumber Daya Manusia
Mind set adalah sesuatu yang begitu penting, dan sangat berpengaruh atas suksesnya implementasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip good governance di dalam perusahaan. Oleh karena itu, pada langkah pertama ini, perusahaan harus melakukan motivasi dan mengembangkan mind set baru yang sesuai dengan nilai dan prinsip good governance kepada setiap orang di perusahaan, tanpa terkecuali. Langkah pertama ini adalah awal dalam proses menginternalisasikan nilai-nilai good corporate governance kepada setiap individu di perusahaan. Di sini, diperlukan komitmen dan ketulusan dari para top manajemen untuk meletakkan kerangka dasar good corporate governance di setiap fungsi dan aspek kerja perusahaan. Sebab, hanya para top manajemen-lah yang memiliki kekuasaan besar, untuk mengharuskan setiap individu dalam perusahaan, bekerja sesuai nilai dan prinsip good corporate governance.

2. Mempersiapkan Rencana Implementasi
Langkah kedua ini adalah langkahnya para top manajemen. Implementasi good governance hanya bisa dimulai atas restu dan kuasa para top manajemen. Oleh sebab itu, pimpinan puncak perusahaan harus menyiapkan tim yang hebat untuk menyusun rencana implementasi. Di mana, rencana ini dibuat untuk menyatukan setiap proses bisnis dan organisasi secara total, berbasiskan nilai dan prinsip good governance.

Rencana implementasi harus mencakup,  rencana memanfaatkan nilai dan prinsip good governance untuk membangun reputasi dan kredibilitas pelayanan perusahaan kepada shareholder, pelanggan, karyawan, dan stakeholder lainnya. Rencana untuk memperkuat daya tahan dan daya saing perusahaan, termasuk rencana untuk memperbaiki setiap risiko menjadi peluang, sehingga perusahaan dapat memfokuskan dirinya buat masa depan yang lebih cemerlang.

3. Mempersiapkan Standard Operating Procedure Yang Baru

Langkah ketiga ini adalah kelanjutan dari langkah kedua. Setelah pimpinan puncak menyiapkan rencana implementasi, maka harus dibentuk sebuah tim, untuk menyesuaikan kembali Standard Operating Procedure (SOP) yang ada dengan nilai dan prinsip good governance, yang sesuai dengan kebijakan yang dihasilkan dari langkah kedua. Selanjutnya, SOP yang baru ini, wajib menginternalkan nilai dan prinsip good governance ke dalam prosedur pengoperasian bisnis dan organisasi perusahaan; wajib menjelaskan mengenai bagaimana prosedur standar dalam mengelola perusahaan berbasis good governance; dan wajib menjadi alat yang konsisten untuk membantu setiap orang di perusahaan dalam menjalankan bisnis perusahaan sesuai visi, misi, values, dan strateginya.

4. Mempersiapkan Implementasi SOP Secara Paralel

Setelah langkah ketiga tuntas, maka pimpinan puncak harus membuat tim untuk melakukan implementasi terhadap SOP baru. Implementasi terhadap SOP baru tidak boleh bersifat langsung, sebab nanti bisa menciptakan stres dan kepanikan di dalam organisasi. Untuk itu, SOP baru haruslah dijalankan secara paralel dengan SOP yang lama. Tim yang dibentuk pimpinan puncak ini, harus secara intensif mempelajari dan mengambil tindakkan untuk memperbaiki setiap stres dan kepanikan yang ditimbulkan oleh SOP baru. Tim harus fokus untuk menyiapkan SOP baru dari segala aspek, agar bisa segera menggantikan SOP lama secara permanen. Konsep paralel ini hanya bersifat sementara, dan harus dihentikan segera pada saat setiap orang terbiasa dengan SOP yang baru.

5. Membangun Komitmen Dan Mempertegas Budaya Baru Berbasis Good Governance

Pada langkah kelima ini, SOP baru harus sudah diterima dengan sepenuh hati oleh setiap orang di perusahaan. Termasuk, setiap pemimpin telah menjadi lebih ikhlas untuk melaksanakan setiap proses kerja berdasarkan prinsip dan nilai  good governance. Dan, sekaranglah saatnya untuk membangun komitmen yang mempertegas kembali kepada setiap orang, untuk selalu konsisten menjalankan budaya kerja berbasiskan nilai dan prinsip good governance, serta harus siap memperbaiki kesalahan untuk memenuhi komitmen yang telah tersusun rapi dalam wujud SOP baru.

Tim yang dibentuk pada saat implementasi SOP paralel, harus dibentuk kembali dengan tugas dan tanggung jawab yang baru, untuk mengawasi dan memperbaiki proses pelaksanaan SOP baru. Selain itu, pimpinan puncak juga harus mempertegas komitmennya terhadap implementasi good governance dengan aturan, kebijakan, dan sistem organisasi yang sesuai dengan SOP baru.

Seluruh nilai-nilai yang ada di SOP baru tersebut, haruslah terfokus kepada daya saing dan daya tahan perusahaan, untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan yang memuaskan stakeholder. Khususnya, buat pelanggan, karyawan, dan shareholder.

6. Mengubah Teori Dan Konsep Menjadi Realitas

Sudah menjadi kebiasaan banyak orang yang sangat takut menghadapi perubahan. Jadi, pasti akan ada pihak-pihak yang keberatan dengan implementasi good governance di perusahaan. Pasti akan ada pihak-pihak yang berkata bahwa semua ini hanya teori dan konsep yang tak mungkin bisa dijalankan dalam lingkungan perusahaan. Untuk itu, pimpinan puncak bersama-sama dengan setiap pimpinan unit kerja harus bersikap super disiplin, untuk mengubah teori dan konsep good governance menjadi realitas yang membudaya di setiap sudut organisasi perusahaan. Ajarkan kepada setiap pribadi secara terus-menerus bahwa menciptakan perusahaan yang jujur, adil, terbuka, dan bertanggung jawab kepada stakeholder, serta membuat perusahaan menjadi lebih profesional, sehat, berdaya saing, berdaya tahan, berkinerja tinggi, akan menjadi tempat yang nyaman dan damai buat membangun impian karier masa depan yang gemilang.

Perusahaan harus membangun kualitas dari semua karyawan, tanpa kecuali, untuk memiliki kompetensi yang sesuai dengan nilai dan prinsip good governance. Untuk itu, diperlukan pelatihan yang dilakukan secara rutin dan terprogram dengan baik, yang terfokus kepada upaya membantu proses transformasi dari teori dan konsep menjadi kebiasaan baru yang membudaya.

Lakukan motivasi secara terus-menerus untuk menginternalisasikan nilai dan prinsip kerja good governance di semua level. Khususnya, yang terkait dengan pedoman etika bisnis, code of conduct, peraturan dan kebijakan perusahaan yang strategis lainnya. Lakukan evaluasi secara berkala untuk melihat konsistensi dan keberkelanjutan dari setiap orang terhadap budaya baru berbasis good governance.

Jangan lupa untuk memberikan penghargaan kepada unit kerja dan individu yang mampu menjadi inspirator dan motivator dalam membudayakan nilai-nilai dan prinsip-prinsip good governance di perusahaan. Dan, pastikan tidak ada yang menyerah atau merasa gagal untuk mentransformasikan nilai dan prinsip good governance menjadi budaya kerja yang dicintai oleh setiap orang di perusahaan

www.djajendra-motivator.com


Sumber:

http://kecerdasanmotivasi.wordpress.com/

Related Topic Link:

Pengelolaan Town House

  1. ayu
    March 8, 2011 at 7:12 pm

    thanks for the article..hehe
    ngebantu banget buat tugas kuliah ;D

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: